Akhirnya memang malas

Paling susah memang membuat keputusan. Dan yang lebih susah lagi adalah menjalani konsekuensi dari keputusan itu. Okelah, kalau konsekuensinya adalah baik, lah kalau jelek. Sudah beberapa kali saya menulis tentang ini. Saya pikir wajar, karena memang setiap menit dari hidup ini adalah pilihan, kita bisa memilih untuk tidur saja, atau mengisi dengan hal yang lebih berguna. Atau let’s just time past you bye, as I always do. Procrastinating🙂

Yang paling ga enak adalah memilih karena memang kita harus memilih padahal kita tidak ingin pilhan itu. Kita harus begini, karena satu hal mengharuskan begitu. Di sisi lain, pilihan itu adalah hal baru yang mungkin membawa pengalaman baru, tapi sayangnya kita tidak berminat dengan pengalaman itu. Kita tidak ingin dipaksa, tapi keterpaksaan, kadang adalah awal dari suatu kesuksesan. Jadinya semua bingung kan🙂

Mungkin yang kita takutkan adalah tanggung jawab. Atau mungkin kita malas. Ah, betul, yang sangat cocok dengan situasi saya adalah, saya malas.

Akhirnya memang malas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s