Bertemu Dengan Makna

Kemana mencari warna? dalam tebaran krayon-krayon yang menemani anak-anak kecil itu? atau pada cat minyak para seniman?
Kemana mencari rasa? dalam tiap takaran rempah para pandai boga? atau pada akar rempah itu sendiri?
Kemana mencari masa? dalam detak-detik jam yang berputar mengelilingi poros selama enam puluh menit? atau pada matahari yang menjadi pusat atas bimasakti?

Bagaimana bertemu makna? apakah harus melihat warna mengecap rasa pada satu masa?
Ketika mata tak melihat warna, ketika lidah tak mengecap rasa, ketika masa pun berlalu tanpa menghiraukan kita.

Apakah kemudian kita tidak bertemu dengan makna?

Bertemu Dengan Makna

3 thoughts on “Bertemu Dengan Makna

  1. “Ketika mata tak melihat warna, ketika lidah tak mengecap rasa, ketika masa pun berlalu tanpa menghiraukan kita.”

    Sepertinya ini titik tertinggi pencapaian batin, mungkin sebuah titik ketika manusia bertemu kesejatian.

  2. Diah Mitasari (Mita) says:

    Engineer bisa juga bikin puisi sarat makna yaa :)….

    Makna itu tidak harus lewat warna, rasa dan masa, menurutku sih. Makna itu adalah ketika kita bisa memaknai segala sesuatu walaupun itu tanpa warna tanpa rasa dan tanpa masa🙂. Jadi awal mula makna itu ada di dalah jiwa dan hati, dan akal yang berpikir dalam logika yang tidak hanya logika tapi bermuatan hikmah dan kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan :)….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s