Jakarta: Suram!

Apa yang coba saya sampaikan dalam ranah tulisan ini bukan berarti saya memojokkan kota kelahiran saya sendiri, pun bukan dimaksudkan menceritakan hal-hal jelek saja tentang ibukota negara yang kita cintai ini. Tapi permasalan multi dimensi yang ada di Jakarta sudah bagaikan benang kusut yang tertumpuk diantara kumpulan benang-benang kusut lainnya. Entah bagaimana menarik simpul yang mana agar benang yang kusut tadi menjadi segulung benang yang rapi dan bisa dipakai.

Hal utama yang ingin saya garis bawahi tentang kota Jakarta ini adalah, segala sesuatu yang berbau sosial dan umum sudah tidak ada lagi. Yang menonjol adalah sikap berkelompok dan identitas yang spesifik merujuk pada suatu kumpulan orang-orang tertentu. Hal ini kemudian tumbuh atau bisa jadi berkembang dari sikap-sikap individualistik. Contoh kasus, perilaku pengguna jalan, baik itu pengendara motor, ataupun pengendara motor, ataupun pengemudi mobil, hehehe. Berapa banyak dari mereka yang merasa sudah di jalan sempit pun, tidak apa-apa memotong jalan orang lain, demi kepentingan dirinya sendiri yang bisa cepat dan nyaman di jalan. Contoh lain yang kita cermati, entah mengapa berita tentang tawuran antar warga begitu sering kita dengar. Yang membuat saya kaget, adalah ternyat di lingkungan Johar Baru tempat saya tinggal juga terjadi tawuran antar warga. Kalau boleh berpikir pesimis sebenarnya dengan adanya krisis multi-dimensi ini, tawuran besar-besaran atau yang paling parah adalah perang sipil, adalah bom waktu yang siap menunggu untuk meledak.

Lalu kalau kita melihat hal yang nyata, dalam artian hal barang fisik yang bisa kita indera. Sarana dan prasarana fundamental untuk kepentingan umum, ada sih ada sarananya, tapi kondisinya antara sangat tidak memadai atau dalam kondisi yang sangat kurang. Hal nyata pertama, adalah transportasi umum. Entah mengapa solusi yang terpikirkan untuk memecah kemacetan di Jakarta adalah dengan membangun jalan layang non tol, bukan memperbanyak armada busway. Atau memperbaharui dan meningkatkan kualitas pelayanan Kereta Api. Ketika yang dibutuhkan adalah banyak ruang umum seperti taman, kenapa yang banyak di bangun adalah mall dan pusat perbelanjaan.

Pastinya saya hanya melihat sedikit dari balik batu tentang bibit bebet bobot dan segala macam hal tentang permasalahan Jakarta. Semoga kita semua semakin sadar untuk segera melakukan perubahan, atau 3-4 tahun lagi, mungkin Jakarta adalah kota yang menyeramkan

Jakarta: Suram!

One thought on “Jakarta: Suram!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s