Ketulusan Hati

Ingin rasanya menulis posting ini dalam bahasa Inggris, maksud hati bukan kepingin sombong, atau sok gaya. Tapi beneran pengen berlatih menulis, karena tadi siang ngerasa nulis support ticket untuk minta technical help ke knowledge center kantor aja lama banget. Nah, kira-kira isi tulisan kali ini pun tak jauh berbeda dengan support ticket, dan bantu membantu.

Kita mulai dengan coba mengingat lagu almarhum Chrisye dan so-called-music-genius-but-now-just-another-looser Ahmad Dhani, “jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau menyebut nama-Nya”. Mungkin ketinggian dan agak jauh dari konteks yang ingin saya sampaikan pada tulisan ini kalau kita menyebut surga neraka, dan konsep Ketuhanan. Tapi yang ingin saya sampaikan adalah, apakah kita mau tulus berbuat sesuatu tanpa memikirkan balasan atau ganjaran yang akan kita terima?

Katakanlah, ada kawan yang meminta bantuan kepada kita, apakah kita membantunya karena satu saat nanti kita berharap dibantu oleh dia? atau satu saat nanti karma baik akan datang kepada kita, ketika kita susah ada yang membantu? Atau ketika ada seseorang yang bertanya tentang sesuatu di forum umum, apakah kita mau menjawab pertanyaannya, karena ingin membantunya, atau malah karena ingin pamer bahwa kita lebih tahu dibanding yang lain di forum tersebut?

Rasanya ingin saya kembali latihan berpuasa, membersihkan hati. Mencoba menunjukan ketulusan hati, tanpa perlu orang lain tahu.

Ketulusan Hati

4 thoughts on “Ketulusan Hati

  1. ketulusan hati yang bener2 tulus hanya diri kita sendiri yang tau dan Tuhan.
    meski sering qta ucap tulus, belum tentu orang yang mendengar percaya semua akan ketulusan tsb.
    selalu ada sudut pandang yang berbeda, bagaimanapun cara qta berusaha agar orang menilai seragam, tentu tak akan ada yang tersisa yang berbeda sudut pandangnta.

  2. Simple aja, lakukan semua kebaikan kaya kita buang air… Lakukan saja, lalu lupakan kemana kotoran kita mengalir…
    Kita gak pernah tau dan menghitung berapa kubik hasil pembuangan kita selama ini kan? hehehe…

    1. Bayi butuh belajar untuk buang air dengan benar jika tidak dia akan seperti binatang yang buang air sembarangan. Ini tidak gampang, Kita butuh belajar untuk tulus.

      Maaf ya bung Fahdi, saya jadi nge”Junk” disinišŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s