Ilmu Padi

Tuntulah Ilmu Padi, Semakin Berisi, Semakin Merunduk

Tahukah kamu, dulu kita hanya seseorang bodoh yang tak mampu membaca ataupun berhitung, begitu sabarnya guru kelas 1 sekolah dasar kita, membantu membaca dan berhitung.

Lalu kemudian, kita berkacak pinggang di depan pintu sekolah dasar, mencoret-coret baju sekolah dan celana merah tersebut. Mencoba menantang dunia, bahwa kamu telah menyelesaikan 6 tahun yang membosankan. Siap melangkah ke masa putih-biru. Merasa menjadi dewasa.

Tahukah kamu, dulu kita bahkan tidak pernah mengerti tentang dasar-dasar trigonometri. Entah untuk apa kita pelajari ilmu perbandingan sudut tersebut, bagaimana menggunakannya. Untuk apa dipelajarinya.

Kemudian kembali di depan gerbang kompleks sekolah kamu, baju putih dengan lambang OSIS berwarna kuning, telah lulus dengan coretan, 100% lulus. Dan otak kamu dipenuhi perasaan bahwa, aku dewasa, kini aku memakai celana panjang. Bebas menebar cinta. Bebas bergaya seperti layaknya orang dewasa.

Tahukah kamu, bahwa dasar-dasar mekanika newton dan sedikit pembelajaran tentang dasar fisika modern, adalah momok yang menakutkan bagi sekalian pelajar bercelana abu-abu. Mimpi burukmu berkisar antara stoikiometri kimia dan irisan kerucut dalam pelajaran geometri matematika.

Lalu setelah 3 tahun, kamu kembali memunggungi gedung sekolahmu. Menggandeng wanita impianmu. Seperti layaknya orang yang baru saja memenangkan kejuaran dunia.

Kemudian, kamu berdiri di depan gedung kampus alma mater kamu. Perlahan tapi pasti, Pancasila, Kewiraan, Fisika Dasar, Kalkulus I, telah kamu lewati. Berlanjut dengan, Fisika Matematika, Elektromagnetisme, Kalkulus III, dan lain sebagainya. Hingga engkau berani menghadapi orang-orang yang menjadi doktor sebelum kamu dalam 30 menit persidangan atas 1 tahun kerja kerasmu dalam tugas akhir.

Lalu kamu berjubah toga, memakai topi persegi. Menggamit calon istri. Menenteng map ijazah. Seakan kakimu telah menginjak bumi dalam-dalam. Dan kamu di atasnya.

Tapi, tak ubahnya kamu seperti sapi. Diberi air, agar gemuk, dan laku dijual, kemudian ketika disembelih, badan kamu hanyalah air, dan tak ada isi dagingnya.

Ya, kamu telah menjadi sapi. Bukan padi.

Ilmu Padi

6 thoughts on “Ilmu Padi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s