Totalitas

Totalitas bukanlah salah satu product line dari Total, dan bukan merupakan salah satu dari litas. Jadi untuk sementara biarkan mereka sebagai satu kesatuan utuh kata, yang mungkin memang berasal dari akar kata Total, boleh kita artikan sebagai menyeluruh. Beberapa definisi dari google, untuk kata totality, menjelaskan bahwa totality is a state of being total and complete.

Tapi menurut saya, totalitas, bukan hanya total dan complete, totalitas adalah 150% atau mungkin 200% dari keadaan yang harus ditotalkan/dikompletkan (diksi yang parah bukan?). Totalitas adalah kesungguhan dan pemberian semua atau bahkan 2 kali lipat dari apa yang kita miliki untuk sesuatu yang kita sukai, catat, sesuatu yang kita sukai. Setidaknya hal itu berlaku bagi saya atau setidaknya saya coba amalkan.

Mengapa? Seorang kawan baik, pernah berkata pada saya, “Kalao target lo buat mata kuliah ini cuma B, lo pasti dapetnya C, makanya targetnya A, miring-miringnya dapet B“. Lalu bagaimana caranya buat dapat A? Saya coba melaksanakan definisi totalitas yang saya interpretasikan tadi, kerahkan semua yang kita punya, gandakan kemampuan dan bahan kita, lalu kita tawakal, dan lihat hasilnya.

Pastinya, nilai A tidak ditangan saya, karena memang kemampuan saya mungkin pas-pasan. Tapi pernahkan Anda merasa, setelah semua yang Anda lakukan, ada kepuasan tersendiri di akhir jalan Anda. Perasaan all-out, gung ho, yang mengakibatkan kelelahan di akhir, tetapi ketika satu tarikan nafas dalam-dalam Anda berkata, “Akhirnyaa, lega sudah”. Ada kepuasan tersendiri. Adakah perasaan menyesal, tidak! Anda malah bisa tidur dan terlelap lepas setelah kecapaian tadi.

Ada satu hal penting lagi, yang saya coba tanamkan pada diri saya. Bahwa uang dan kesuksesan adalah efek samping dari profesionalitas dan totalitas kita terhadap tanggung jawab yang diberikan kepada kita. Tanggung jawab itu bisa berarti tanggung jawab perusahaan kepada kita karena kita pegawai, atau tanggung jawab institusi kepada Anda karena Anda mahasiswa. Atau tanggung jawab organisasional, karena memang Anda adalah bagian dari organisasi itu. Tanggung jawab kadang tidak pernah menyenangkan Anda. Sehingga totalitas Anda mungkin berkurang. Tapi dengan menanamkan nilai kesungguhan, kejujuran, dan totalitas dalam diri kita, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan jalan yang terbaik bari kita.

Pada akhirnya, saya cuma bisa berkata pada diri saya, bersungguh-sungguhlah dalam melakukan sesuatu, Gusti Pangeran ge nyaho maneh erekna naon!

Totalitas

5 thoughts on “Totalitas

  1. KL says:

    Gw dulu punya itu. Sekarang, entah kenapa gw merasa di zolimi sama kumpeni tempat gw kerja. Totalitas buat gw lebih ke gimana gw “fair” dengan soul gw. Karena gw itu tidak ada. Totalitas itu tidak ada. Semuanya tidak ada. Yang ada hanya Tuhan. Saya adalah Tuhan.

  2. loh sama Lin ma gw.

    nanti gw buka sesi curhat khusus permasalahan kita.

    as I’ve told you, totalitas untuk hal yang kita sukai aja. kalo gak suka tinggalin, kalo suka kejar abis abisan😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s