Merenung: Saya Capek

Inginnya menulis panjang dan lebar, tapi apa daya, sudah capek. Intinya, ketika kita capai (nah ini dia bahasa baku “capek” dalam bahasa Indonesia), dan menggerutu tentang rutinitas sehari-hari, tentang tantangan yang kita hadapi sehari-hari, tentang problem yang tak kunjung berhenti datang, kadang kita lupa. Lupa bahwa kita punya dua mata yang mampu digunakan untuk melihat sekeliling kita.

Satu kali saya kesal dan merasa sangat kesal, yang berujung pada rasa bosan dan capek yang sangat berat. Ketika dihadapkan pada tugas yang seharusnya dikerjakan orang yang telah memiliki pengalaman sebagai Borehole Geophysicist setidaknya 3 tahun, tapi tugas ini harus dikerjakan oleh orang yang baru kenal dengan Borehole Geophysicist 4 bulan yang lalu. Meskipun, saya tidak mengerjakan tugas itu secara mandiri, masih dalam bimbingan penuh mentor saya. Tapi tekanan yang saya rasakan, bukanlah tekanan seorang junior, tapi tekanan seorang senior. Saya jenuh dan kesal dengan tekanan yang seperti itu. Tidak adil rasanya. Tapi, saya mengeja T-A-N-T-A-N-G-A-N dengan huruf A-S-Y-I-K. Jadi saya lakukan saja kerjaan itu. Dan merasa bangga dengan lompatan yang begitu cepat dalam karir saya.

Walhasil, kerjaan itu berantakan! Karena saya tidak/belum pernah bisa serius dengan hal-hal yang saya kerjakan. Saya tertatih-tatih, terkadang berdarah-darah (LO KERJA APA BERANTEM SEH?).

Lalu di saat saya merasa capek dengan tekanan seperti itu, saya lupa untuk menggunakan kedua mata saya untuk melihat sekeliling saya. Ternyata masih banyak junior yang mendapat tekanan seperti itu. Mereka yang saat ini berada di tengah laut, melakukan logging, dimana tekanan yang dirasakan bukan hanya tekanan profesionalisme pekerjaan, tapi juga tekanan keselamatan, ternyata mereka mampu melaksanakan tugas mereka dengan baik. Kemudian di sekeliling saya dekat, ada production engineer yang baru, dengan background pengalaman yang hampir mirip dengan saya, tapi sudah terlibat dalam project-project yang besar.

Tuhan, hamba-Mu yang satu ini memang penuh dengan kesombongan. Kedua mata yang Engkau anugerahkan kepada aku, hanya kugunakan untuk melihat hal yang membuat diri ini senang. Saya lupa bahwa, sebelum kita lahir, nurani jiwa ini sudah diisi dengan rasa capek dari Ibu kita yang mengandung kita dengan susah payah, sayangnya yang kita bawa sampai kita lahir dan tumbuh besar seperti ini hanya rasa capeknya. Tak pernah kita mengingat dibalik kesusah payahan Ibu kita tersebut, Ia selalu menyimpan senyum untuk tidak pernah mengeluh, apalagi menyerah. Pelajaran yang sudah kita dapat bahkan sebelum kita lahir, tapi sudah kita lupakan sebelum kita sadar betapa beratnya menjadi seorang Ibu.

Tuhanku, Engkau Maha Pengasih diantara semua makhluk yang mampu mengasihi dengan jiwanya. Izinkan hambamu bersyukur atas rasa capek yang Engkau berikan. Semoga Hamba-Mu yang nista ini mampu belajar banyak dari rasa capek yang engkau anugerahkan ini.

Merenung: Saya Capek

5 thoughts on “Merenung: Saya Capek

  1. Toba says:

    Bener nye, kebayang yang ditengah laut kan??? Misalkan begini: GUe sebagai bos yang memberi tugas, Lo sebagai junior yang kerja di tengah laut sama gue. Gue kan bisa aja ngasi tugas yang tantangannya maut atau kehormatan. Misalkan; kalau kamu gagal menghitung perhitungan itu, pala lo gue selipin di mata bor buat tumbal nyi roro kidul. Kehormatan: Kalau kamu gagal menghitung bla bla bla itu, maka jadwal bonga-bonga buat kamu bertambah minggu ini…..

    Bahaya ye…

  2. di, seperjuangan lah kita.. Tekanan gw bukan cuman dr masalah ngerjain hal yang baru tapi juga cultural pressure dari lingkungan kaukasian yang ada disini….

  3. jadikan kerja sebagai hobi biar ga kerasa monoton
    jadikan rutinitas sebagai tantangan yang harus ditaklukkan biar ga bosen

    *sekali lagi… kata2ku itu semua teori.. hihihiih… kabur*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s