Bedanya Insinyur, Ahli Geologi, dan Ahli Geofisika

Satu hari, sebuah perusahaan yang membutuhkan seseorang yang ahli di bidang ilmu dan teknologi kebumian mewawancarai tiga orang dengan latar belakang yang berbeda. Pertama seorang insinyur, kedua seorang ahli geologi, dan yang terakhir adalah seorang ahli geofisika. Ketiganya memiliki track record pengalaman yang menarik, lulusan sebuah sekolah yang ciamik, tentunya didukung dengan penampilan yang tanpa polemik * halah! maksa in -ik nya *.

Orang yang pertama diwawancarai adalah si insinyur, dan wawancara-nya berjalan lancar. Di akhir sesi wawancara, pewawancara memberikan pertanyaan terakhir,
“Berapakah 5+5?”
“Anda yakin ingin tahu hasilnya?”, sanggah si insinyur,
“Ya”, jawab si pewawancara singkat.

Hening suasana di ruangan tersebut, si insinyur dengan sibuknya mengutak atik kertas kerjanya, tampak sedang menggambar diagram. Hingga akhirnya Ia angkat bicara,
“Jawabannya, 10,000”, Ia memberikan jawaban dengan presisi 3 angka di belakang koma, Ia juga menyertakan flow chart dan pseudo code perhitungannya. Tipikal insinyur.

Kemudian orang kedua memasuki ruangan untuk diwawancarai. Karena kualitasnya sama baiknya dengan si insinyur, geologist ini sama mengesankannya di mata pewawancara. Hingga akhirnya, pewawancara memberikan pertanyaan,
“Pak, berapakah 5+5?”, ucap pewawancara memberikan pertanyaan yang sama seperti si insinyur.
“Ah, yaa… sekitar 10 lah”, jawab ahli geologi tersebut dengan gayanya yang santai tapi serius.
Sang pewawancara kemudian mengangguk, dan bersalaman dengan ahli geologi tersebut sebelum Ia keluar ruangan.

Tibalah giliran sang ahli geofisika. Ternyata, kualitasnya sama mengesankannya dengan 2 orang sebelumnya. Maklum, ternyata mereka lulusan sekolah yang sama, menghabiskan tingkat satu di kampusnya di kelas yang sama. Pertanyaan seputar ilmu dan teknologi kebumian pun semua dapat dijawab dengan baik. Hingga akhirnya, sang pewawancara mengeluarkan pertanyaan akuratnya,
“Baik Pak, pertanyaan terakhir untuk Bapak, berapakah 5+5?”, tegas sang pewawancara,
“…”, sang ahli geofisika, kemudian melihat ke sekelilingnya. Mencoba mencari-cari hal yang dicari? * loh *
“Baik Pak, maunya Bapak berapa?”, jawab sang ahli geofisika dengan singkatnya. Tipikal signal analyst geophyscisist, hehehehehhe.

Anda mengerti tulisan di atas. Jadi, begini, pertama-tama, INSTALL LINUX kalau anda tidak mengerti. Pengalaman menjadi seorang geofisikawan setelah hampir 1 tahun menjalani karir profesional, dan 3 tahun karir amatir sebagai mahasisa geofisika, saya merasa geofisika itu bisa melakukan apa saja terhadap signal yang ada di dalam bumi. Istilah teman saya, “Kalau artis mah Di, ada yang namanya profesi “Make-up artist”, elo mah profesinya “Make-up Signal“.

Geofisikawan mendandani sinyal sehingga lebih cantik, dan lebih bermakna, tentunya dengan kaidah fisika yang resmi, dong ah.

* GEOPHYSICS, WHERE THE GREAT EARTH REVOLUTION BEGIN *

Bedanya Insinyur, Ahli Geologi, dan Ahli Geofisika

12 thoughts on “Bedanya Insinyur, Ahli Geologi, dan Ahli Geofisika

  1. brambeboner says:

    “GEOPHYSICS,WHERE THE GREAT EARTH REVOLUTION BEGIN ” gw agak sedikit bingung dengan cuplikan kalimat diatas.. maksutnya revolusi ke arah mana nih.. setau gw.. bukanya kerjanya anak geofisis n temen2nya itu explorasi kekayaan bumi.. maksutnya revolusi dari segi geophysics itu apa di, emang ada yg lebih menarik dari pada mengexplorasi kekayaan bumi, setau gw enggak deh.. kan duitnya gede disana, hehehe.. kalau gw ada kesempatan gw juga mau ikutan kok.. hehehehe

  2. revolution on seeing what the earth look like, kira kira begitu bram,,,

    kalo lo berevolusi dari cara ngeliat bumi, maka lo bakal ngeliat bahwa memang bumi ini berevolusi dengan ciamiknya
    * halah, maksa *

  3. lah opo hubungane karo nginstall linux… oalah… tambah gag mudeng aku karo fahdut ikiy… maksute opo seeh… trus opo hubungane karo salon? awakmu kerjo ndek salon ta?

  4. maksud ente geofisis itu yang gelar sarjananya S.Si bukan S.T kan?

    kalo gitu gua setuju. hidup lebih indah untuk dibuat sebagai bahan berpikir, bukan bahan untuk berhitung…

  5. galz25 says:

    hmm..blog inversi, kalo dlm bhs belanda, dlm grammarnya, inversi itu pengingkaran/dibalik lho…smg tdk ada yg diingkari n dibalik2 ya hehehe…

    lucu banget sih cerita ini…salam kenal ya, nice blog.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s