Nuansa Keunguan

– a silly unpublished testimonial to the turtle who transformed into an orchid (what a creature?)-

Malam tidak pernah memaksa bintang untuk bersinar melawan kegelapan yang dimilikinya. Meski begitu, Ia tetap bersinar, menjadi biduk yang menunjukkan jalan bagi mereka yang melayari lautan. Pun, ketika pagi datang. Dengan segenap kebesaran jiwanya, bintang tersebut turun dan bergabung bersama pagi yang melahirkan embun. Embun yang kemudian mengalir, membasuh tiap helai kelopak anggrek. Memurnikan nuansa keunguannya.

Pukul 6.30 pagi.
Dari balik jendela ini, saat sang mentari mengagungkan cahayanya. Embun itu menguap. Membawa butiran keunguan anggrek tadi. Ia terbang dan bergabung bersama berjuta keindahan spektrum yang diciptakan Tuhan, dalam sinar matahari. Nuansa yang menjadi titik awal mula rantai kehidupan manusia. Nuansa yang menjelma menjadi kenyataan hayati dua dasawarsa yang lalu. Dengan senyum kasih sayang Bunda menjadi saksi hidup yang mengawali lahirnya nuansa itu. Setelah gelimang ketidakpastian antara hidup atau mati yang hadir sebagai kawanan yang menyertai kesaksian tersebut.

Matahari sepertinya tak ingin beranjak terlalu cepat. Ia menantikan keseluruhan embun membasuh debu di kelopak anggrek tersebut.

Pukul 08.45. * klik 2x pada icon gaim *
* Signing On *
* Connecting *
(08:47:12) fahdi104: Buzz!!
(08:47:15) fahdi104: pagee ;))
(08:50:25) Kura-Kura Yang Bawa Anggrek : pagee maula, ;))
(08:51:05) fahdi104: MAKAN-MAKAN!

Dan dimulailah pagi ini, bersama senyum cekikikannya.

Demikian kiranya, setumpuk byte yang terlewat diantara kamu dan saya, tidak cukup menjadi bahan representasi kenyataanmu yang sesungguhnya. Cukup demikian adanya. Mata itu sudah ingin memejam, membayangkan, komentarmu pagi nanti.

Seperti halnya bintang tadi, malam tidak memintanya untuk bersinar. Maka nuansa keunguan itu tidak pernah diminta untuk muncul, maka dari itu juga, Ia tidak pernah diminta untuk pergi dan menghilang. Biarkan, embun yang membasuh, dan waktu yang berkuasa.

Nuansa Keunguan

2 thoughts on “Nuansa Keunguan

  1. Duh, Nye… Mbo ya bendwith di hemat-hemat karo di manfaatken untuk kepentingan yang benar!! bukan malah untuk cetting, piye to kowe iki ?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s