Sejarah Senja

Pertama kali, Sang Maha Kuasa menciptakan senja berwarna putih keunguan, kemudian Ia ciptakan garis sejajar cakrawala. Diberinya garis itu warna ungu seperti lembayung. Ia jajarkan beberapa pasang manik-manik di sekelilingnya, sehingga sekilas terpancar seperti kilauan permata diantara butiran emas. Cahayanya menyatu, seperti halnya muara yang mempertemukan berbagai macam energi aliran sungai. Senja saat itu, adalah perwakilan kekuatan Sang Maha Kuasa, atas titik-titik keindahan yang tergurat di wajahmu.

-lalu untuk apa, kamu hilangkan karunia Tuhan atas dirimu?-

Pernah satu kali, Ia, menciptakan senja dengan warna putih tidak sebagai latarnya. Melainkan biru, seperti laut. Dalam suasana ini, Ia taburkan mutiara di dasar laut. Sehingga cahaya yang terlihat dari muka laut, adalah cahaya mutiara kejujuran. Tak jauh, seperti cahaya matamu yang kupandangi saat ini.

-lalu untuk apa, kamu pertanyakan Tuhan, atas apa yang terjadi padamu?-

Memang, Sang Maha Kuasa, juga menciptakan senja dengan hitam sebagai latar. Dipenuhi cipratan warna merah, tanpa pola. Ia benar-benar menunjukkan kekuatanNya kali ini. Tak ada nuansa keindahan, seperti senja-senja yang kuceritakan sebelumnya. Kupandangi terus, senja saat itu. Mencoba mencari setitik saja keindahan yang mungkin ada. Kumulai pandangan ku dari sudut kiri atas terus ke arah diagonal ke kanan bawah. Kuulangi dalam arah sebaliknya. Entah, mataku yang salah, atau Ia memang benar-benar menunjukkan kemurkaannya di senja kali ini. Aku tidak berhasil menemukan barang setitik saja keindahan dari senja ini.

-disaat ini, apa yang kamu akan lakukan?-

Kamu yang duduk diantara perasaan yang entah apa bentuknya. Mencari penyelesaian dari masalah yang bahkan entah seperti apa masalahnya.

Pindahlah duduk disini disebelahku, kuceritakan makna dari tiap senja yang kuceritakan padamu tadi. Mungkin, itu pun tak akan membantu menyelesaikan masalahmu. Tapi setidaknya, kamu berdiri memandang tiap-tiap permasalahanmu, dari horizon yang berbeda.

Sejarah Senja

4 thoughts on “Sejarah Senja

  1. Wah wah wah, makin canggih saja pak Fahdi ni nulisnya… Memang betul, salah satu keuntungan jadi orang yang mencari hakikat dari segala sesuatu adalah: Selama hidupnya, dia akan melihat jutaan senja yang berbeda-beda (tidak hanya matahari terbenam lalu malam, titik.)

  2. Kamu yang duduk diantara perasaan yang entah apa bentuknya. Mencari penyelesaian dari masalah yang bahkan entah seperti apa masalahnya. gua pengen ngakak bacanya, kaya di telanjangi gini…. Keren…. keren… Btw gua baru tau lo pindah kesini😀 udah ngga pake galore.tk lagi ya?

  3. va says:

    Kedewasaan adalah ketika Pikiran, hati dan Logika bekerja sama.Sedangkan Kelakuan hanyalah cerminan diri sesaat.Jadi Siapa Bilang Lu kayak Anak Kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s