Kemana mencari warna? dalam tebaran krayon-krayon yang menemani anak-anak kecil itu? atau pada cat minyak para seniman?
Kemana mencari rasa? dalam tiap takaran rempah para pandai boga? atau pada akar rempah itu sendiri?
Kemana mencari masa? dalam detak-detik jam yang berputar mengelilingi poros selama enam puluh menit? atau pada matahari yang menjadi pusat atas bimasakti?
Bagaimana bertemu makna? apakah harus melihat warna mengecap rasa pada satu masa?
Ketika mata tak melihat warna, ketika lidah tak mengecap rasa, ketika masa pun berlalu tanpa menghiraukan kita.
Apakah kemudian kita tidak bertemu dengan makna?
Advertisement
“Ketika mata tak melihat warna, ketika lidah tak mengecap rasa, ketika masa pun berlalu tanpa menghiraukan kita.”
Sepertinya ini titik tertinggi pencapaian batin, mungkin sebuah titik ketika manusia bertemu kesejatian.