Bertemu Dengan Makna

Kemana mencari warna? dalam tebaran krayon-krayon yang menemani anak-anak kecil itu? atau pada cat minyak para seniman?
Kemana mencari rasa? dalam tiap takaran rempah para pandai boga? atau pada akar rempah itu sendiri?
Kemana mencari masa? dalam detak-detik jam yang berputar mengelilingi poros selama enam puluh menit? atau pada matahari yang menjadi pusat atas bimasakti?

Bagaimana bertemu makna? apakah harus melihat warna mengecap rasa pada satu masa?
Ketika mata tak melihat warna, ketika lidah tak mengecap rasa, ketika masa pun berlalu tanpa menghiraukan kita.

Apakah kemudian kita tidak bertemu dengan makna?

Another Geophysics Project Idea?

Continuing my previous post about Idea for Geophysics Project?, I’d like to write down whats has been going around inside my head few weeks back. Though, the are no progress at all regarding those 2 previous projects that I wrote, but hey, maybe somebody stumbled upon my blog and then get inspired :P HAHAHAHA.

Anyway, this project still about Borehole Seismic (VSP), because I was stuck with this stuff recently. Lets summarize it then,

  1. High Resolution Radon for wavefield separation
  2. Sometimes, even in parametric wavefield decomposition was done in frequency domain. If there is any aliasing in the data, this will make issues in wavefield separation. Jovanovic summarize this in her thesis in Univ. of Houston (P SV Polarization Filtering), and publish this in SEG (2004). Though I think if the moveout between even are still close, even radon domain cannot separate it clearly, but high resolution radon might help to separate this.

    I faced sometimes in Indonesia VSP data, wavefield separation of VSP data cannot be done easily. The shear wave contamination in compressional wavefield cannot easily be separated. To my understanding it can be because due to aliasing or something else, so that maybe high resolution radon can help with this.

  3. VSP Multiple Migration
  4. The field of interferometric is really growing right now. Especially in utilizing VSP multiple for imaging, some are using VSP downgoing wavefield for imaging, and some are using VSP ghost multiple. One thing that is really improvement of using multiple migration is to make VSP image wider using ghost multiple just like the one that is summarized by Zhiyong Jiang et al (TLE, 2004 or Min Lou (SPG India, 2008). As we all know, VSP is lacking of illumination, low/narrow fold coverage, narrow aperture. This VSP multiple can help to overcome the situation. My expectation was just at least I have some improvement in edge reflection image of VSP migration result.

    Min Lou (SPG India, 2008) summarized steps that are required to do this imaging. When I red his paper, I was thinking a short way to do it. They summarized about mirror imaging, how you mirror your velocity model above the free surface, and put your receiver in the mirror velocity model. I was thinking by mirroring this, when you doing raytracing, you can raytrace your multiple reflection in the same reflection plane as your primary reflection. Thus, without doing any numerical programming, I can do VSP multiple migration just by make mirror velocity model :) I haven’t tried, but is this what the paper said?

    Too bad, because we are using ghost multiple, this method may not be applicable for land data, where in Indonesia VSP in onshore is more acquired than offshore. Even in the offshore, I think it is required that the water coloumn is thick enough to generate some multiple. But I think this multiple imaging is promising.

    That’s all folks, hope I can do something with the Idea :)

    * fiuhhh, my English is so bad :(

Idea for Geophysics Project?

I think I should write these ideas, while these things still running around inside my head. Though, again this idea might seems impossible to be done, hehehe

1. Anisotropic based on Shear Wave Splitting analysis on Zero Offset VSP.

There were several attempts on this one. Internally and also externally outside my current company. What I have red so far about fast shear and slow shear extraction using parametric wavefield decompositions (Parametric wavefield decomposition and applications, Leaney et al, 1990 ).

But today, I read a recent paper from Curtin Univ group, they attempted to run semblance-wise analysis to extract shear wave splitting. My understanding as of now regarding this paper are,
a. You project your horizontal component to several azimuth,
b. Using the projected horizontal component, you run semblance analysis for multicomponent linear traveltime moveout velocity analysis. The main idea is to estimate the dominant apparent velocity for a given polarization direction by measuring the coherency of the seismic signal of a large number of events as a function of the apparent velocity. So, this look like semblance analysis on the presence of a large number of shear wave events with the same apparent velocity.

Usually and ideally, we will need multi offset walkaround VSP in order to properly measured anisotropic parametr based on shear splitting phenomenon. But this paper reported that their attempt can be done by analyzing many low-amplitude PS mode converted waves on zero offset VSP.

To me this is doable, since projection and semblance is available within our current software. But lets see whether this is really doable or not.

Detail of the methods can be seen in this paper, Estimation of azimuthal anisotropy from VSP data using multicomponent S-wave velocity analysis, 2011

2. Full waveforms inversion of VSP data

This is a very optimistic idea :) As of now, the full waveforms inversion is regarded as one of the best solution to image complex structures. But the idea of inverting the whole waveforms of VSP data in this project is just to approximate higher velocity field information. Because normally, what we invert from VSP data is just the traveltime, which yields lower frequency information.

Why this is doable :) a lot of forward modeling code is available for research purposes (SeismicUnix, Crewes, SOFI, etc). Lets forget about the sophisticated method of iterative solver, frequency domain modeling etc etc. Lets just use what is available for the forward modeling, and focus on the inversion.

Lets try it with local optimization approach, and then maybe if I suddenly I struck by lightning and become a genius, we can try to run the global optimization approach for the inversion.

The guide paper for this is Nonlinear Inversion of Seismic Waveforms, by Marwan Charara, Christophe Barnes and Albert Tarantola.

Anybody care to share their thoughts on my project?

Sesungguhnya Manusia Itu Kecil

Sesungguhnya manusia itu kecil, dibanding alam semesta. Bahkan satu manusia dengan manusia lainnya semuanya relatif kecil. Ketika memandang beban yang kita pikul sudah paling berat sedunia, ketika kita merasa cobaan Tuhan kepada kita sudah yang paling susah, ketika kita merasa bahwa tidak ada lagi yang mampu kita lakukan, kenyataannya, di luar sana banyak yang lebih susah dari kita. Tak usah kita berpaling jauh ke Palestina, atau Afrika untuk melihat kesusahan yang nyata. Mungkin tengok tetangga kita sendiri di sebelah rumah, atau semua yang kita lihat sehari-hari dalam perjalanan ke tempat aktifitas kita.

Tak pernah saya bayangkan pagi hari saya dimulai dengan mencari sarapan kemudian bertemu dengan pasien anak-anak yang didadanya jelas terlihat bekas potongan, tanda habis operasi jantung. Tidak satu dua anak-anak yang saya lihat seperti itu, cukup banyak. Kemudian juga tak pernah saya bayangkan ketika mengobrol di ruang tunggu untuk bersiap memarahi sekretaris seorang dokter yang salah mengatur jadwal operasi, dengan amarah yang sudah berubun di kepala dan segenap argumen untuk memaki sekretaris tadi, kemudian tiba-tiba ibu disebelah yang sama-sama menunggu sekretaris tadi menceritakan ujian hidupnya. Ketika diberi ujian oleh Tuhan, sebuah titipan bayi yang lahir jauh dari normal. Satu dua detik yang berlalu setelah mendengar cerita Ibu tadi, tiba-tiba menampar diri saya, bahwa masalah salah jadwal operasi tadi hanyalah masalah kecil, dibanding masalah Ibu tadi. Tak pantas saya marah atas ujian itu.

Tiga hari yang saya lalui belakangan ini mengajarkan pada saya, bahwa tak pantas mengepal tangan pada Penguasa Langit, mengeluh atas beratnya hari-hari yang dilalui. Mengeluh beban yang diberikan kepada kita sepertinya adalah beran terberat di dunia. Beban yang kita pegang sekarang lebih kecil kawan dibanding mereka yang bahkan kamu tidak tahu namanya. Mereka bahkan berperang melawan beban itu tanpa modal yang saya miliki sekarang. Percayalah, Tuhanmu tidak akan meninggalkanmu dalam beratnya masa-masa ini.

Tuhanku, Engkau adalah penguasa semesta alam, tidak ada satupun denyut nadi di dunia ini yang bergerak tanpa izin-Mu. Tidak ada satupun mata yang sanggup membuka esok pagi tanpa kuasa-Mu. Tidak ada satu beban beratpun di dunia ini yang tidak dapat Engkau jadikan itu ringan bagi hamba-Mu. Sungguh hamba-Mu ini dengan kenistaaan dan kesia-siaan hidup yang telah dijalani sejauh ini, tidak tahu menghadap langit mana lagi, selain langit-Mu, Ya Rabb. Kuasa-Mu atas kegemilangan hidup hamba selama ini, bisa Engkau hilangkan dalam sekelabat mata. Mata, tangan, kaki, jantung, otak yang hamba miliki saat ini adalah pemberian-Mu yang paling berharga, izinkan mereka bersatu menjalani ujian-ujian yang datang. Tunjukilah kami jalan yang lurus, bukan jalan yang Engkau murkai, tetapi jalan yang Engkau beri nikmat kepada mereka yang telah mendahului kami.

Amin Ya Rabbal Alamin

Maka Tertawalah

Bagaimana seharusnya menangis, meratapi waktu yang telah lama berjalan seiring dengan kesia-siaannya, ketika keangkuhan menutupi kelopak mata. Bagaimana seharusnya meneriakkan kekesalan dalam hati, mengepal tangan, menantang langit, atas semua hal yang terjadi di luar kuasamu. Dunia yang tidak berputar pada poros yang sealinea dengan kamu. Dunia yang berputar ketika kamu justru diam di tempat mencoba mengulurkan tangan menarik mereka yang di sekitarmu. Dunia yang mentertawakanmu atas semua darah yang telah tercucur. Air hujan yang menggericik di tengah malam, perlahan menahan rasa sakit dan panas hati. Nyala api di pusat ruangan pun hanya seredup matamu yang menatap bayangan dari api. Bayangan yang seharusnya berlari mengejarmu, tetapi kini kamu yang berlari mengejar bayangan. Mata, pikiran, panca indera, kaki, tangan, badan, hanyalah instrumen. Instrumen kegagalan yang kau buat dari hati yang kotor.

Seharusnya pejamkanlah mata, istirahatkan angkuhmu. Lupakan masa depanmu. Hiduplah untuk hari ini. Pergi dan keluarlah untuk hari ini saja. Biarkan mereka yang telah pergi di belakang kamu. Biarkan mereka yang akan berlari jauh di depanmu. Hendaklah hati yang telah kotor itu mengingat, bahwa duniamu berputar atas kuasamu. Atas nama hati yang bergejolak untuk berontak, lepaskan semua panca inderamu. Termasuk di dalamnya otakmu. Lepaskanlah, lepaskanlah, jadilah manusia tanpa nafsu, jadilah manusia tanpa otak, jadilah manusia tanpa hati. Jadilah ruh. Jadilah malaikat. Jadilah cahaya.

Maka tertawalah …

Duniamu berputar atas kehendakmu.